Pengenalan Struktur Folder pada CodeIgniter

CodeIgniter 24 Okt 2016

Pengenalan Struktur Folder pada CodeIgniter. Sebelum kita belajar lebih jauh tentang CodeIgniter , lebih baik kita mengetahui sejarah dan pengertian CodeIgniter dahulu.

CodeIgniter adalah sebuah web application framework yang bersifat open source digunakan untuk membangun aplikasi web. Tujuan utama pengembangan Codeigniter adalah untuk membantu developer untuk mengerjakan aplikasi lebih cepat daripada menulis semua code dari awal. Codeigniter menyediakan berbagai macam library yang dapat mempermudah dalam pengembangan. CodeIgniter diperkenalkan kepada publik pada tanggal 28 Februari 2006. CodeIgniter sendiri dibangun menggunakan konsep Model-View-Controller development pattern. CodeIgniter sendiri merupakan salah satu framwoerk tercepat dibandingkan dengan framework lainnya. Pada acara frOSCon (August 2008), pembuat php Rasmus Lerdorf mengatakan dia menyukai codeigniter karena dia lebih ringan dan cepat dibandingkan framework lainnya (“because it is faster, lighter and the least like a framework.“).

Apa sih Kelebihan CodeIgniter?

CodeIgniter sangat ringan, terstruktur, mudah dipelajari, dokumentasi lengkap dan dukungan yang luar biasa dari forum CodeIgniter. Selain itu CodeIgniter juga memiliki fitur-fitur lainya yang sangat bermanfaat, antara lain:

  • Menggunakan Pattern MVC. Dengan menggunakan pattern MVC ini, struktur kode yang dihasilkan menjadi lebih terstruktur dan memiliki standar yang jelas.
  • URL Friendly. URL yang dihasilkan sangat url friendly. Pada CodeIgniter diminimalisasi penggunaan $_GET dan di gantikan dengan URI.
  • Kemudahan. Kemudahan dalam mempelajari, membuat library dan helper, memodifikasi serta meng-integrasikan Library dan helper.

Jika kita membandingkan antara CodeIgniter dengan framework-framework lainnya maka beberapa poin yang membuat CodeIgniter unggul adalah:

  • Kecepatan. Berdasarkan hasil benchmark CodeIgniter merupakan salah satu framework PHP tercepat yang ada saat ini.
  • Mudah dimodifikasi dan beradaptasi. Sangat mudah memodifikasi behavior framework ini. Tidak membutuhkan server requirement yang macam-macam serta mudah mengadopsi library lainya.
  • Dokumentasi lengkap dan jelas. Bahkan tanpa tulisan ini pun CodeIgniter sebenarnya telah menyediakan sebuah panduan yang lengkap mengenai CodeIgniter. Semua informasi yang anda butuhkan tentang codeigniter ada disana.
  • Learning Curve Rendah. CodeIgniter sangat mudah dipelajari. Dalam pemilihan framework hal ini sangat penting diperhatikan karena kita juga harus memperhatikan skill dari seluruh anggota team. Jika sebuah framework sangat sulit dipelajari maka akan beresiko untuk memperlambat team development anda.

Instalasi CodeIgniter

Sebenarnya, jika kita mengatakan Instalasi CodeIgniter mungkin kurang tepat. Karena yang kita lakukan adalah meng-copy folder aplikasi CodeIgniter ke dalam folder DocumentRoot dari web server yang telah diinstall.

Sebelum melakukan instalasi yang perlu dilakukan pertama kali adalah mendapatkan kode sumber dari CodeIgniter itu sendiri yang dapat di download di http://www.CodeIgniter.com/download. Selanjutnya letakkan folder hasil ekstrak tadi di DocumentRoot web server, yaitu folder htdocs di dalam direktori C:\\xampp\ bagi yang menggunakan XAMPP di Windows atau /var/www/html/ bagi yang menggunakan Linux (semua tergantung dimana anda menginstall dan mengkonfigurasi web server).

Dengan menggunakan konfigurasi default saja maka CodeIgniter sudah dapat berjalan di web server Anda. Adapun struktur utama dari CodeIgniter terbagi menjadi dua bagian, yaitu Application dan System. Application adalah tempat kita meletakkan code yang akan dibuat. Folder System berisi library dan helper bawaan CodeIgniter.
pengenalan struktur folder pada codeigniter

Adapun susunan folder CodeIgniter secara default adalah:

  • Folder application: disinilah aplikasi yang akan kita bangun diletakkan.
    • Folder config – tempat menyimpan semua file konfigurasi yang ada di dalam aplikasi, mulai dari database, router dan autoload aplikasi.
    • Folder controllers – tempat menyimpan semua file controller.
    • Folder errors – tempat menyimpan semua template error aplikasi.
    • Folder helpers – tempat menyimpan helper yang bukan berasal dari CI.
    • Folder hooks – tempat menyimpan hook yang digunakan untuk mengubah alur fungsi dari core CI.
    • Folder language – tempat menyimpan bahasa-bahasa yang akan di gunakan.
    • Folder libraries – tempat menyimpan semua library buatan kita sendiri.
    • Folder models – tempat menyimpan semua model.
    • Folder views – tempat menyimpan semua file view aplikasi.
  • Folder system: menyimpan semua file baik itu file aplikasi yang dibuat maupun core framework-nya.
    • Folder cache – tempat menyimpan semua cache yang dibuat caching library.
    • Folder codeigniter – tempat menyimpan semua file internals CI.
    • Folder database – tempat menyimpan semua database drivers dan class yang akan digunakan.
    • Folder fonts – tempat menyimpan semua font yang digunakan image manipulation library.
    • Folder helpers – tempat menyimpan semua helper core CI.
    • Folder language – tempat menyimpan semua language core CI.
    • Folder libaries – tempat menyimpan semua library core CI
    • Folder logs – tempat menyimpan semua logs generated oleh CI.
    • Folder plugin – tempat menyimpan semua plugin core CI.
    • Folder scaffolding – tempat menyimpan semua file yang berfungsi sebagai scaffolding .
  • Folder user_guide: berisi userguide/manual penggunaan CI.
  • File index.php: file yang akan meng-handle semua request yang dilakukan oleh client.

Setelah meletakkan CodeIgniter ke dalam folder htdocs maka akan didapatkan tampilan seperti gambar di bawah ini, artinya CodeIgniter telah sukses berjalan di aplikasi Anda.pengenalan struktur folder pada codeigniter welcome
Sebenarnya url yang kita akses adalah localhost/ci/index.php/welcome/ Namun sudah diatur sedemikian rupa oleh file routes.php pada folder aplication/config/. Pada postingan selanjutnya kita akan mempelajari bagaimana mengatur file routes ini.

Hello World Pada CodeIgniter

Secara umum, susunan url pada CodeIgniter adalah:

localhost/ci/index.php/[controller-class]/[controller-method]/[arguments].

Jadi, sebelumnya kita baru memanggil Controller-Class saja. Sedangkan Controller-method dan Arguments belum kita gunakan.

Sekarang kita akan membuat sebuah method baru pada Controller Wellcome. Buka file Welcome.php pada folder application/controllers/Welcome.php. Kemudian tambahkan method hello, seperti berikut ini.

<?php
defined('BASEPATH') OR exit('No direct script access allowed');

class Welcome extends CI_Controller {

    /**
     * Index Page for this controller.
     *
     * Maps to the following URL
     *         http://example.com/index.php/welcome
     *    - or -
     *         http://example.com/index.php/welcome/index
     *    - or -
     * Since this controller is set as the default controller in
     * config/routes.php, it's displayed at http://example.com/
     *
     * So any other public methods not prefixed with an underscore will
     * map to /index.php/welcome/<method_name>
     * @see https://codeigniter.com/user_guide/general/urls.html
     */
    public function index()
    {
        $this->load->view('welcome_message');
    }

    public function hello()
    {
        echo "Hello...";
    }
}

Jika kita ingin menjalankannya, kita tinggal mengakses url: localhost/ci/index.php/wellcome/hello. Hasilnya akan terlihat seperti berikut ini.
pengenalan struktur folder pada codeigniter method
Untuk menambahkan parameter, kita hanya perlu meng-edit sedikit method yang telah kita buat tadi menjadi:

public function hello($param='')
{
     echo "Hello… $param";
}

Maka hasilnya menjadi :

pengenalan struktur folder pada codeigniter satu parameter
Pada contoh di atas, parameter yang kita masukkan adalah Teknorial. Disini kita bebas memasukkan alfabet dan angka berapa saja untuk parameter. Sekarang coba kita ubah sedikit lagi method hello yang telah kita buat, agar dapat menampung lebih banyak parameter.

public function hello($param='', $param_dua='')
{
     echo "Hello... $param, $param_dua";
}

jika kita menjalankannya, maka:

pengenalan struktur folder pada codeigniter dua parameter
jadi, jika kita ingin menambahkan lebih banyak lagi parameter yang akan diterima oleh method yang telah kita buat, kita hanya perlu menambahkan variabel untuk menampung nilai dari parameter yang dikirimkan.

Sekian Pengenalan Struktur Folder pada CodeIgniter kali ini. Ikuti terus teknorial.com untuk mengetahui banyak hal tentang CodeIgniter. Jangan lupa untuk Like Fanspage Teknorial di Facebook dan Google Plus untuk mendapatkan update terbaru dari teknorial.com. Jika ada pertanyaan jangan ragu untuk bertanya dikotak komentar. Terima Kasih

Tag

Riki Agusnaidi

Memiliki pengetahuan tentang Pemrograman Web menggunakan HTML5, CSS, PHP dan MySQL database. Menikmati waktu untuk belajar hal-hal baru dan mampu bekerja secara individu atau tim. Contact: r.agusnaid

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.